SESUAIKAN DIRI ANDA DENGAN KADAR SESUATU YANG TERSIMPAN DALAM JATIDIRI ANDA Home
TI Punya
Lain-lain
Tampilkan postingan dengan label mesum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

Gunung Kapur Jambuh:Tujuan Pekerja Tujuan Wisata

Madura adalah sebuah pulau di timur pulau jawa.  Berdasarkan letak geografis Madura tidak memiliki pegunungan yang ada hanyalah dataran tinggi dan bukit.  Biasanya bukit ini tersusun atas batu kapur.  Orang Madura menyebutnya “Gunong Kapor” (Gunung kapur) walau tingginya tidak masuk kriteria minimum sebuah gunung.
Oke, sudah basa basinya.  Abdina adalah putra asli Madura.  Jadi tak pantas kalau seorang putra asli Madura tidak tau seluk beluk Madura dan tak pernah tau tempat-tempat eskotik di Madura.
Tiap kali  menuju Rumah nenek, aku biasanya lewat Jalan Halim Perdana Kusuma.  Jalan ini tak terlalu istimewa karena letaknya dipinggiran kota dan pada sisi jalan dibatasi hamparan sawah yang luas.  Namun yang membuat Jalan ini istimewa adalah Pemandangannya.  Nampak dari jauh kira-kira radius 5 KM terdapat sebuah bukit.  Dari kecil aku selalu bertanya pada diriku, kapan aku kesana?  Kapan aku menginjak kaki disana? Dan ada apa disana?
Pertanyaan tersebut pernah aku tanyakan pada ayah, namun jawabannya yang kurang memuaskan dan sulit aku gambarkan mungkin karena bukan aku sendiri yang ke sana.
Keinginanku untuk ke bukit itu terwujud pada saat aku tepat berusia 17 tahun, karena mendapat sedikit informasi dari teman satu sekolah kalau dia tau dimana tempat itu. Dia menuturkan kalau bukit tersebut berada diantara perbatasan Kelurahan Jambuh dan kelurahan Parseh. Tanpa pikir panjang aku membentuk tim ekspedisi bersama dua kawanku yang aktif dalam gerakan anti diabetes.  Karena kami anti diabetes, kami rela mengayuh sepeda dengan jarak 6 KM menuju tempat itu.
Hari Minggu pukul 06.00 WIB, kami berangkat.  1,5 jam jarak 6 KM kami tempuh.  Kami tiba di kelurahan Jambuh, tepat disebuah SD temanku yang akan menjadi penunjuk jalan telah menantiku.  Diperjalan aku penasaran dengan situasi tempat itu.

Ternyata Medannya sangat berat.
Lihat saja gambar dibawah ini.  Sebuah Mobil pengangkut tampak kesulitan untuk menuju TKP.   Kalu boleh cerita waktu itu si sopir menginjak gas dengan kasar, bunyi mesin juga tidak enak didengar.  Nampaknya mobil itu akan mundur karena kemiringan bidang yang lebih dari 45 derajat.  Tapi mungkin karena sopirnya bekas pembalap offroad dia berhasil membawa mobil melewati rintangan


Di Jalan kami tidak lupa sesi foto bersama teman-temanku yang sudah hampir 6 bulan berjuang untuk memerangi diabetes dengan cara ekspedisi menggunakan sepeda.  Jangan diliat wajahnya, walau pas-pasan sudah banyak kilometer aku tempuh bersama mereka.


langsung aja deh  abdina share fotonya, kriting nih dari tadi tangan buat ngetik
itu semua baru pemandangan waktu diperjalanan.  Sebenarnya aku menuju puncak teringgi di bukit ini.
Foto sendirian dulu

3 anggota gerakan anti diabetes, 1 kameramen
3 anggota gerakan anti diabetes, 1 kameramen
Belum puas nih kalau gak cerita pemandangan di puncak bukit.  Tanpa teks, langsung gambar aja
kendaraan tempur
Puas mengkhayal, dan melihat pemandangan dari atas bukit kami pulang.  Dalam perjalanan pulang kami mengalami kesulitan.  Karena jalan pulang dikelilingi tebing, kami coba melewati tebing namun selalu di akhiri oleh jurang.  Ketika melintasi tebing lain selalu disambut oleh jurang.  Awalnya kami pesimis bisa pulang dengan selamat, untung saja kami bertemu seorang bapak yang sedang memecah batu di pinggir tebing untuk dijual.  Dia memberi kami petunjuk agar kami bisa pulang dengan selamat.  dan ternyata si bapak adala orang baik, sarannya kami turuti semua dan kami tiba di perkampungan di kaki bukit kapur ini.
Puas deh, keinginan masa kecilku bisa aku laksanakan.  Awalnya aku berpikir mustahil aku kesana mengingat jadwal sekolah yang begitu padat
Foto-Foto perjalanan pulang
lapak para pencari nafkah di tebing bukit kapur jambuh

Bagaimana Cara Menawarkan Sesuatu Tanpa Penolakan?

Anda pernah menawarkan makanan atau apalah kepada teman anda, tapi saat itu teman anda menolaknya. Bayangkan gimana perasaan anda? “SAKIT” Lebay.... haha. Tapi ini bener lho, apalagi jika anda menawarkan secara sungguh-sungguh dengan hati yang tulus dan bersih,”CIEE”. Dan itu baru contoh kecil, bagaimana kalau yang anda tawarkan adalah bisnis anda, atau bahkan cinta anda kepada seorang perempuan. Tentu tidak asyikan jika ada penolakan. Sekarang saya  mau tanya,, berapa kali anda menawarkan bisnis kepada konsumen dan berapa kali konsumen menolak bisnis tersebut? Atau berapa kali anda mengajak wanita pujaan anda untuk kencan dan berapa kali kencan itu ia tolak? Hmm, tapi sekarang anda gak perlu lagi mendengar kata TIDAK dari semua penawaran anda, anda hanya perlu membaca  trik berikut, tapi sebelumnya. Apakah anda akan menolak trik super killer ini, oke tentu tidak kan? Maka dari itu silahkan lanjutkan,,,,

  1. Kesan Pertama Yang Menyenangkan, orang akan menilai anda dari awalnya, maka sebelum anda menawarkan sesuatu, sebaiknya anda berikan dulu kesan pertama yang membuat dia FUN. Anda bisa melakukannya dengan memuji dia terlebih dahulu (tapi jangan OVER ya), atau anda bisa menyapa dia dengan menanyakan kabar dan yang lainya. Dan ingat saat anda menawarkan sesuatu, jangan pernah langsung kepada penawaran anda, ini akan membuat anda terkesan ADA MAUNYA. 
  2. Beri 2 Pilihan Langsung, maksudnya saat anda menawarkan sesuatu, mau itu barang atau makanan, sebaiknya anda memberikan 2 pilihan langsung kepada yang ditawarkan. Kenapa begitu? Coba anda tawarkan ini kepada teman anda “Mau Makan Enggak?” itu lebih enak di jawab “Enggak Usah ah...” kecuali teman anda benar-benar lapar,”Hehe”. Tapi coba anda menawarkannya dengan 2 pilihan seperti ini “Mau Makan atau Mau Ngemil?” 70% jika dia menolak untuk makan maka ia akan menjawab seperti ini “Ngemil,,, Boleh Juga”. Oke ngerti kan. 
  3. Beri 1 Pilihan Saja, lho, katanya tadi harus beri 2 pilihan, gimana sih? Eitss, tunggu dulu. Ini beda dari yang tadi. Ini berguna bagi anda yang akan menawarkan barang, tetapi target sudah ada di depan mata. Maksudnya gini, contoh seorang pelayan restoran menawarkan porsi makan kepada kita, seperti ini “Yang Besar atau yang keci?” 70% pasti menjawab “Saya Ambil Yang Kecil”. Tapi bagaimana tawarannya di ubah menjadi 1 pilihan seperti ini “Yang Besar?” terbukti 7 dari 10 orang akan mengatakan “YA”. 
  4. Sisipkan Humor, bagi anda yang merasa cewek; teteh-teteh, eneng-eneng, mbak-mbak, ibu-ibu, nenek-nenek,”hehe’. Berhenti membaca sekarang juga, karena ini khusus untuk anda kaum adam saja. Dan bagi anda Cowok, yang merasa playboy,”hehe” pasti udah pada tahu trik ini. Tapi bagi anda yang baru, dan sering mendapat penolakan CINTA, coba deh gunakan ini. Hmm, trik ini berguna bagi anda yang sering mendapatkan penolakan ketika adan mengajak perempuan berkenalan. Trik nya adalah “kalau anda bisa membuat wanita tertawa, anda mungkin bisa membuat wanita melakukan apa saja” dan ini contohnya,,,, Cerita seorang pria yang sedang mencoba mendekati wanita di sebuah klub dan ia menawarkan minuman, kemudian wanita itu menolaknya. Lalu ia mengajaknya berdansa, dan jawabannya tetap sama. Dan akhirnya bertanya, “Kalau begitu, bolehkan saya berdiri disini saja?”  anda tahu apa yang terjadi setelah itu? Wanita itu tertawa dan ia memberitahukan nama dan nomor teleponnya. Anda tidak percaya dengan hal itu? Wajar, karena anda belum mencobanya sendiri dan belum berani mencoba hal sedikit konyol ini. Oke anda bisa mencobanya lewat SMS terlebih dahulu seperti saya,,, mm, saya pernah mencoba berkenal dengan cewek lewat SMS, tetapi dengan “sms biasa” dan tidak mendapat balasan. Lalu saya mencoba kembali dengan SMS seperti ini, “Aku ingin mengenalmu tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan? Jadi aku mengirim SMS ini, boleh kenalan? Kalau gak boleh Gpp .... Tapi bolehkah aku melamun disini saja sendirian”  dan stelah itu ia benar-benar membalas SMS saya. Ini bisa anda coba dirumah, dan walupun hasilnya berbeda, tapi tidak ada salahnya mencoba.,,, Goog luck...
Oke gimana? Hmm, satu pesan saja dari saya. Penolakan adalah suatu pelajaran bagi anda, jadi walaupun kita sering ditolak, tidak apa-apa. Semakin kita banyak gagal semakin banyak kita menemukan jawaban. Jadi semoga kita menemukan trik keren lainya untuk menghindari penolakan. Dan jika anda punya tambahan kritik atau saran, langsung saja isi di kotak komentar, oke saya tunggu lho!

Senin, 16 Juli 2012

Berbenah Diri Menyambut Bulan Ranadhan

Berbenah Diri Menyambut Bulan Ramadhan

Kategori: Ramadhan
25 Komentar // 2 Agustus 2010
Allah Ta’ala telah mengutamakan sebagian waktu (zaman) di atas sebagian lainnya, sebagaimana Dia mengutamakan sebagian manusia di atas sebagian lainnya dan sebagian tempat di atas tempat lainnya.
Allah Ta’ala berfirman,
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ
“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka” (QS al-Qashash:68).
Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata, “(Ayat ini menjelaskan) menyeluruhnya ciptaan Allah bagi seluruh makhluk-Nya, berlakunya kehendak-Nya bagi semua ciptaan-Nya, dan kemahaesaan-Nya dalam memilih dan mengistimewakan apa (yang dikehendaki-Nya), baik itu manusia, waktu (jaman) maupun tempat”[1].
Termasuk dalam hal ini adalah bulan Ramadhan yang Allah Ta’ala utamakan dan istimewakan dibanding bulan-bulan lainnya, sehingga dipilih-Nya sebagai waktu dilaksanakannya kewajiban berpuasa yang merupakan salah satu rukun Islam.
Sungguh Allah Ta’ala memuliakan bulan yang penuh berkah ini dan menjadikannya sebagai salah satu musim besar untuk menggapai kemuliaan di akhirat kelak, yang merupakan kesempatan bagi hamba-hamba Allah Ta’ala yang bertakwa untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan ketaatan dan mendekatkan diri kepada-Nya[2].
Bagaimana Seorang Muslim Menyambut Bulan Ramadhan?
Bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, padanya dilipatgandakan amal-amal kebaikan, disyariatkan amal-amal ibadah yang agung, di buka pintu-pintu surga dan di tutup pintu-pintu neraka[3].
Oleh karena itu, bulan ini merupakan kesempatan berharga yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala dan ingin meraih ridha-Nya.
Dan karena agungnya keutamaan bulan suci ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum akan kedatangan bulan yang penuh berkah ini[4].
Sahabat yang mulia, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, menyampaikan kabar gembira kepada para sahabatnya, “Telah datang bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, Allah mewajibkan kalian berpuasa padanya, pintu-pintu surga di buka pada bulan itu, pintu-pintu neraka di tutup, dan para setan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat malam (kemuliaan/lailatul qadr) yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalangi (untuk mendapatkan) kebaikan malam itu maka sungguh dia telah dihalangi (dari keutamaan yang agung)”[5].
Imam Ibnu Rajab, ketika mengomentari hadits ini, beliau berkata, “Bagaimana mungkin orang yang beriman tidak gembira dengan dibukanya pintu-pintu surga? Bagaimana mungkin orang yang pernah berbuat dosa (dan ingin bertobat serta kembali kepada Allah Ta’ala) tidak gembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka? Dan bagaimana mungkin orang yang berakal tidak gembira ketika para setan dibelenggu?”[6].
Dulunya, para ulama salaf jauh-jauh hari sebelum datangnya bulan Ramadhan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah Ta’ala agar mereka mencapai bulan yang mulia ini, karena mencapai bulan ini merupakan nikmat yang besar bagi orang-orang yang dianugerahi taufik oleh Alah Ta’ala. Mu’alla bin al-Fadhl berkata, “Dulunya (para salaf) berdoa kepada Allah Ta’ala (selama) enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan (berikutnya) agar Dia menerima (amal-amal shaleh) yang mereka (kerjakan)”[7].
Maka hendaknya seorang muslim mengambil teladan dari para ulama salaf dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, dengan bersungguh-sungguh berdoa dan mempersiapkan diri untuk mendulang pahala kebaikan, pengampunan serta keridhaan dari Allah Ta’ala, agar di akhirat kelak mereka akan merasakan kebahagiaan dan kegembiraan besar ketika bertemu Allah Ta’ala dan mendapatkan ganjaran yang sempurna dari amal kebaikan mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berpuasa akan merasakan dua kegembiraan (besar): kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika dia bertemu Allah”[8].
Tentu saja persiapan diri yang dimaksud di sini bukanlah dengan memborong berbagai macam makanan dan minuman lezat di pasar untuk persiapan makan sahur dan balas dendam ketika berbuka puasa. Juga bukan dengan mengikuti berbagai program acara Televisi yang lebih banyak merusak dan melalaikan manusia dari mengingat Allah Ta’ala dari pada manfaat yang diharapkan, itupun kalau ada manfaatnya.
Tapi persiapan yang dimaksud di sini adalah mempersiapkan diri lahir dan batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah agung lainnya di bulan Ramadhan dengan sebaik-sebaiknya, yaitu dengan hati yang ikhlas dan praktek ibadah yang sesuai dengan petunjuk dan sunnah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena balasan kebaikan/keutamaan dari semua amal shaleh yang dikerjakan manusia, sempurna atau tidaknya, tergantung dari sempurna atau kurangnya keikhlasannya dan jauh atau dekatnya praktek amal tersebut dari petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam[9].
Hal ini diisyaratkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh seorang hamba benar-benar melaksanakan shalat, tapi tidak dituliskan baginya dari (pahala kebaikan) shalat tersebut kecuali sepersepuluhnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, atau seperduanya”[10].
Juga dalam hadits lain tentang puasa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Terkadang orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari puasanya kecuali lapar dan dahaga saja”[11].
Meraih Takwa dan Kesucian Jiwa dengan Puasa Ramadhan
Hikmah dan tujuan utama diwajibkannya puasa adalah untuk mencapai takwa kepada Allah Ta’ala[12], yang hakikatnya adalah kesucian jiwa dan kebersihan hati[13]. Maka bulan Ramadhan merupakan kesempatan berharga bagi seorang muslim untuk berbenah diri guna meraih takwa kepada Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (QS al-Baqarah:183).
Imam Ibnu Katsir berkata, “Dalam ayat ini Allah Ta’ala berfirman kepada orang-orang yang beriman dan memerintahkan mereka untuk (melaksanakan ibadah) puasa, yang berarti menahan (diri) dari makan, minum dan hubungan suami-istri dengan niat ikhlas karena Allah Ta’ala (semata), karena puasa (merupakan sebab untuk mencapai) kebersihan dan kesucian jiwa, serta menghilangkan noda-noda buruk (yang mengotori hati) dan semua tingkah laku yang tercela”[14].
Lebih lanjut, Syaikh Abdur Rahman as-Sa’di menjelaskan unsur-unsur takwa yang terkandung dalam ibadah puasa, sebagai berikut:
- Orang yang berpuasa (berarti) meninggalkan semua yang diharamkan Allah (ketika berpuasa), berupa makan, minum, berhubungan suami-istri dan sebagainya, yang semua itu diinginkan oleh nafsu manusia, untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan balasan pahala dari-Nya dengan meninggalkan semua itu, ini adalah termasuk takwa (kepada-Nya).
- Orang yang berpuasa (berarti) melatih dirinya untuk (merasakan) muraqabatullah (selalu merasakan pengawasan Allah Ta’ala), maka dia meninggalkan apa yang diinginkan hawa nafsunya padahal dia mampu (melakukannya), karena dia mengetahui Allah maha mengawasi (perbuatan)nya.
- Sesungguhnya puasa akan mempersempit jalur-jalur (yang dilalui) setan (dalam diri manusia), karena sesungguhnya setan beredar dalam tubuh manusia di tempat mengalirnya darah[15], maka dengan berpuasa akan lemah kekuatannya dan berkurang perbuatan maksiat dari orang tersebut.
- Orang yang berpuasa umumnya banyak melakukan ketaatan (kepada Allah Ta’ala), dan amal-amal ketaatan merupakan bagian dari takwa.
- Orang yang kaya jika merasakan beratnya (rasa) lapar (dengan berpuasa) maka akan menimbulkan dalam dirinya (perasaan) iba dan selalu menolong orang-orang miskin dan tidak mampu, ini termasuk bagian dari takwa[16].
Bulan Ramadhan merupakan musim kebaikan untuk melatih dan membiasakan diri memiliki sifat-sifat mulia dalam agama Islam, di antaranya sifat sabar. Sifat ini sangat agung kedudukannya dalam Islam, bahkan tanpa adanya sifat sabar berarti iman seorang hamba akan pudar. Imam Ibnul Qayyim menggambarkan hal ini dalam ucapan beliau, “Sesungguhnya (kedudukan sifat) sabar dalam keimanan (seorang hamba) adalah seperti kedudukan kepala (manusia) pada tubuhnya, kalau kepala manusia hilang maka tidak ada kehidupan bagi tubuhnya”[17].
Sifat yang agung ini, sangat erat kaitannya dengan puasa, bahkan puasa itu sendiri adalah termasuk kesabaran. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih menamakan bulan puasa dengan syahrush shabr (bulan kesabaran)[18]. Bahkan Allah menjadikan ganjaran pahala puasa berlipat-lipat ganda tanpa batas[19], sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Semua amal (shaleh yang dikerjakan) manusia dilipatgandakan (pahalanya), satu kebaikan (diberi ganjaran) sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman: “Kecuali puasa (ganjarannya tidak terbatas), karena sesungguhnya puasa itu (khusus) untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran (kebaikan) baginya”[20].
Demikian pula sifat sabar, ganjaran pahalanya tidak terbatas, sebagaimana firman Allah Ta’ala,
{إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ}
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan disempurnakan (ganjaran) pahala mereka tanpa batas” (QS az-Zumar:10).
Imam Ibnu Rajab al-Hambali menjelaskan eratnya hubungan puasa dengan sifat sabar dalam ucapan beliau,“Sabar itu ada tiga macam: sabar dalam (melaksanakan) ketaatan kepada Allah, sabar dalam (meninggalkan) hal-hal yang diharamkan-Nya, dan sabar (dalam menghadapi) ketentuan-ketentuan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginan (manusia). Ketiga macam sabar ini (seluruhnya) terkumpul dalam (ibadah) puasa, karena (dengan) berpuasa (kita harus) bersabar dalam (menjalankan) ketaatan kepada Allah, dan bersabar dari semua keinginan syahwat yang diharamkan-Nya bagi orang yang berpuasa, serta bersabar dalam (menghadapi) beratnya (rasa) lapar, haus, dan lemahnya badan yang dialami orang yang berpuasa”[21].
Penutup
Demikianlah nasehat ringkas tentang keutamaan bulan Ramadhan, semoga bermanfaat bagi semua orang muslim yang beriman kepada Allah Ta’ala dan mengharapkan ridha-Nya, serta memberi motivasi bagi mereka untuk bersemangat menyambut bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan dan mempersiapkan diri dalam perlombaan untuk meraih pengampunan dan kemuliaan dari-Nya, dengan bersungguh-sungguh mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah-ibadah agung yang disyariatkan-Nya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada setiap malam (di bulan Ramadhan) ada penyeru (malaikat) yang menyerukan: Wahai orang yang menghendaki kebaikan hadapkanlah (dirimu), dan wahai orang yang menghendaki keburukan kurangilah (keburukanmu)!”[22].
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Kota Kendari, 6 Sya’ban 1431 H
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Minggu, 10 Juli 2011

5 Remaja Bandung Dipaksa Layani 700 Pria

UNIQUEnews - Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kualalumpur, Malaysia geger. Dengan wajah kusut dan mengenakan pakaiaan seadanya, lima cewek Jakarta dan Bandung, mengadu bahwa mereka baru saja melarikan diri dari sebuah rumah penampungan karena sudah enam bulan dipaksa jadi pelacur.